News Game
Kami Menyiapkan yang Spesial Untuk Anda...
  • New Game
  • Recent Game
  • Review Game

Recent Game

Minggu, 30 November 2014
All Game

All Game


Silahkan Download :

http://download1173.mediafire.com/qdastfjzd4zg/xd9o9txe33s9ayo/ONLINE_KASETGAME_GAME_LIST_29-%20%20%20Nov-2014-.xls

Assassins Creed 4 : Black Flag

Assassins Creed 4 : Black Flag


Belum begitu lama Assassin's Creed III diluncurkan, para gamers sudah dikejutkan kembali dengan hadirnya sekuel terbaru dari seri Assassin's Creed, yaitu Assassin's Creed IV: Black Flag. Rumor mengenai sekuel terbaru itu, telah digembor-gemborkan sejak awal tahun tepatnya pada bulan Februari 2013, sedangkan rilisnya Assassin's Creed III dilakukan pada bulan Oktober 2013. Sehingga dapat disimpulkan, Ubisoft memang sudah mempersiapkan sekuel baru tersebut dan sudah sangat berniat untuk mengejutkan para gamers khususnya fans dari seri game Assassin's Creed.
Assassin's Creed IV: Black Flag memiliki setting waktu pada abad ke-18 dan memperkenalkan assassin baru bernama Edward Kenway, pemuda Inggris yang haus akan bahaya serta petualangan. Edward akan berpetualang sebagai prajurit Royal Navy sampai bajak laut, diantara keadaan perang kerajaan yang besar. Edward yang digambarkan sebagai bajak laut bengis dan petarung yang berpengalaman, terperangkap dalam pertempuran antara kaum assassins dan templars. Bajak laut terkenal seperti Blackbeard dan Charles Vane dapat para gamers lihat di dalam game ketika telah berpetualang ke seluruh wilayah Hindia Barat. Sehingga Assassin's Creed IV: Black Flag ini akan membawa para gamers ke dalam masa-masa kejayaan para bajak laut yang sering disebut "Golden Age of Pirates".


Assassin's Creed IV: Black Flag akan menghadirkan 50 tempat berbeda di dalam game, seperti Kuba, Bahama, Nassau dan Florida Selatan, serta sejumlah area seperti hutan, kuil reruntuhan Suku Maya dan kuburan bangkai kapal di bawah laut. Gameplay sekuel terbaru dari seri game Assassin's Creed itu tidak jauh berbeda dengan seri sebelumnya, pemain masih akan bertarung dengan memanfaatkan berbagai senjata khas assassin dan menghabisi musuh secara sembunyi-sembunyi.





Bagi gamers yang ingin bermain Assassin's Creed IV: Black Flag dengan menggunakan PC, dibawah ini adalah spesifikasi komputer yang direkomendasikan oleh Ubisoft :
Operating System Windows Vista SP 1, Windows 7 atau Windows 8 (32 dan 64 bit)
CPU Intel Core i5 2400 2.5 GHz atau AMD Phenom II X4 940 3.0 GHz atau lebih baik
Memory Minimal 2GB, Rekomendasi 4GB
Hard Drive Space 30 GB
Graphics Hardware Nvidia GeForce GTX 470 atau AMD Radeon HD 5850 (1024 MB VRAM dengan Shader Model 5.0 atau diatasnya)
Sound Hardware DirectX yang kompatibel dengan sound card terbaru
Network 256 kbps atau yang lebih cepat
Input Devices Keyboard atau joystick Xbox 360
Need for Speed: Rivals

Need for Speed: Rivals


Electronic Arts kembali menghadirkan seri Need for Speed untuk gamers yang menggemari balap mobil, kali ini dengan judul Need for Speed: Rivals. Apabila tahun kemarin Criterion mencoba untuk membuat Need for Speed yang memiliki citarasa Burnout, seri kali ini dikembangkan oleh studio baru EA Ghost Games -bersama bantuan Criterion- untuk memberikan pengalaman balap mobil yang lebih baik.


Polisi mengincar pembalap liar yang lewat.
Para fans tentu ingat dengan judul Need for Speed: Hot Pursuit, sebuah game dimana pemain bisa memilih untuk menjadi pembalap atau menjadi polisi. Need for Speed: Rivals mengambil elemen tersebut dan mengembangkannya menjadi sebuah game open-world online yang seru. Pemain akan bisa memilih apakah mau berkarir menjadi pembalap liar ataupun menjadi polisi yang bertugas menangkapi para pembalap tersebut.


Pilihan Speedlist untuk naik level.
Game ini memiliki sistem progresi bernama Speedlist (untuk pembalap) atau Assignments (untuk polisi) yang berupa satu set objectives untuk diselesaikan. Dengan menyelesaikan satu set objectives, maka pemain akan naik level dan meng-unlock berbagai hal baru seperti mobil ataupun tech pursuit. Objectives yang diberikan cukup variatif, ada yang disuruh mendapatkan Silver dalam satu event, menghantam pembalap lain, menghabiskan Nitrous, dan sebagainya.

Rivals menyediakan cukup banyak pilihan mobil, mulai dari Ford, Ferrari, Lamborghini, Chevrolet sampai Porsche. Sayangnya, game ini minim mobil asal Jepang. Kustomisasi mobil agak berbeda untuk masing-masing karir. Untuk polisi, hanya bisa meng-upgrade stats mobil saja, tidak ada kustomisasi tampilan. Sementara untuk pembalap ada kustomisasi tampilan berupa warna, decals, dan livery. Kedua karir tersebut bisa melakukan kustomisasi atas plat nomor mobil.

Warna merupakan salah satu hal yang bisa dikustomisasikan.
Fitur kustomisasi agak mengecewakan, karena para fans balap mobil biasanya ingin bisa mengkustomisasi mobil mereka secara menyeluruh seperti memberikan bemper baru, carbon hood, sideskirts, spoilers, dan sebagainya pada mobil mereka. Sayangnya, hal ini absen di Need for Speed: Rivals.

Tech Pursuit yang cenderung sadis untuk menghancurkan mobil lawan.
Sebagai gantinya, baik polisi maupun pembalap liar mendapatkan yang namanya Tech Pursuit, sebuah sistem untuk menyerang mobil lain. Ada Shockwave untuk mementalkan mobil di sekitar, ada EMP Blast, spikestrips dan sebagainya. Fokus pada Need for Speed: Rivals masih mirip dengan seri Burnout, menang dengan segala cara, termasuk menghancurkan mobil lawan menggunakan berbagai macam Tech Pursuit. Polisi pun menangkap para pembalap dengan excessive force, alias menghancurkan mobil mereka.

Dilihat dari kedua sisi, tampak bahwa menjadi polisi lebih mengasyikkan dibandingkan menjadi pembalap liar. Sebagai pembalap liar, pemain harus selalu melarikan diri apabila dikejar polisi, dan apabila tertangkap oleh polisi sebelum berhasil pulang, maka seluruh Speed Points (SP) berikut multiplier akan hilang sia-sia. Padahal Speed Points sangat penting sebagai mata uang untuk meng-upgrade mobil, membeli mobil, membeli Tech Pursuit, dan sebagainya.

Di lain pihak, sebagai polisi pemain tidak perlu membeli mobil karena langsung ter-unlock sendiri. Kekhawatiran hilangnya Speed Points juga sangat minim, kecuali ada pemain lain yang sengaja menghancurkan mobil polisinya.
Need for Speed: Rivals mengambil setting di Redview County, sebuah lokasi fiktif open-world yang memukau dan memiliki cuaca dinamis. Mobil-mobil dalam game ini tampil realistis, bisa kotor, dan rusak. Tampaknya EA mengimplementasikan sistem first-person shooter dalam game balapan ini karena semakin mobil rusak, maka tampilan layar akan menjadi semakin 'kotor'.

Cuaca dinamis.
Untuk memperbaiki mobil, pemain bisa melewati berbagai lokasi reparasi dan mobilpun akan langsung diperbaiki secara instan. Tidak masuk akal, namun untuk sebuah game bernuansa arcade, hal ini wajar untuk dilakukan agar tidak mengganggu flow dari balapan.

Lagu-lagu yang disediakan bervariasi, mulai dari lagu electronic rock hingga lagu-lagu hiphop. Namun yang seru adalah lagu gubahan Vanesa Lorena Tate ketika sedang terjadi kejar-kejaran dengan polisi. Need for Speed: Rivals juga memiliki cerita yang dinarasikan menggunakan voice acting, namun seperti game balapan lainnya, hal ini tidaklah penting.

Main beramai-ramai, baik jadi polisi ataupun jadi pembalap liar.
Dalam sebuah sesi Need for Speed: Rivals, apabila pemain terkoneksi ke Internet, maka sistem sosial bernama AllDrive akan menyala. Dengan sistem ini, pemain tidak akan balapan sendirian saja, melainkan akan bertemu dengan pemain-pemain lain secara online dengan maksimal pemain 6 orang.

Pembalap lain bisa ikut balapan bersama atau mengacau di balapan yang sedang dilakukan pemain lain. Bisa juga menjadi polisi untuk menangkapi pemain yang berkeliaran, termasuk yang sedang balapan. Inilah yang namanya single-player terintegrasi dengan multiplayer.

Jika pemain tidak ingin diganggu oleh pemain lain, bisa juga memainkannya secara offline. Dalam sesi offline, pemain tetap akan merasa berada di dunia penuh pembalap liar karena tetap akan ada AI pembalap liar yang suka menantang untuk balapan di tengah jalan serta mobil-mobil polisi yang siap menangkapi para pembalap liar.
Mau jadi polisi atau jadi pembalap?
Perlu dicatat bahwa Need for Speed: Rivals hanya memiliki dua tampilan saja, chase camera dan bumper camera. Chase camera tidak bisa disetel, dan berhubung kameranya cenderung terlalu dekat dengan mobil yang ukurannya cukup besar, maka pemain kadang-kadang akan kesulitan melihat ke depan, terutama kalau jalannya menanjak kemudian menurun.

Final Verdict

Ghost Games berhasil menciptakan sebuah pengalaman balap mobil yang benar-benar unik, single-player namun digabungkan dengan multiplayer dimana sesama pemain bisa saling membantu ataupun saling mengacau. Main offline pun tetap terasa asyik dengan ramainya AI pembalap berkeliaran dan polisi yang selalu siaga.

Para fans balapan, inilah game balapan model arcade yang benar-benar seru untuk dimainkan bersama. Need for Speed: Rivals versi PS3 sudah bisa dibeli di GS Shop, sementara versi PS4 sudah bisa dipesan. (ZBT)

Metal Gear Rising: Revengeance

Metal Gear Rising: Revengeance


Tidak diragukan lagi bahwa Hideo Kojima telah berani mengambil resiko ketika ia mempercayakan Platinum Games untuk membuat salah satu dari seri Metal Gear. Ketika Kojima memilih studio yang terbiasa untuk membuat sebuah game ‘full-action’, tentu para fans menjadi sangat terkejut. Tetapi tudingan tersebut dapat ditepis ketika Metal Gear Rising: Revengeance meluncur tahun lalu yang menuai banyak pujian. Sekarang, dengan versi yang telah di-update dan hadir di ‘mustard-race platform’ ini, mereka yang belum sempat merasakan game ini dapat merasakan versi definisi tinggi dari game action berbendera Metal Gear ini, walau game ini terasa hadir sedikit terlambat.

Mengambil latar tempat tepat setelah Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots berakhir, Revengeance menugaskan Raiden untuk mengamankan seorang perdana menteri di Afrika, N’Mani. Semua terjadi begitu cepat ketika barisan konvoi dari perdana menteri tersebut diserang oleh sekelompok teroris, yang menyebabkan kekacauan dimana mana. Upayanya untuk menolong N’Mani ternyata berbuah buruk. N’Mani akhirnya terbunuh dan Raiden hampir saja dihabisi oleh Jetstream Sam yang sangat kuat. Kemudian, tiga minggu setelahnya, Raiden terbangun dengan seluruh upgrade termutakhir – termasuk lengan cybernetic, menggantikan lengannya yang ditebas oleh Jetstream Sam – dengan satu tujuan di pikirannya: Balas Dendam.
Apabila Anda adalah para fanboy yang mengharapkan game ini akan setipe dengan game stealth action seperti Metal Gear Solid, Anda sebaiknya menjauhi game ini, karena Anda berada di tempat yang salah. Inti permainan dari Revengeance adalah aksi gila yang penuh dengan sabet menyabet pedang serta pertempuran epic. Untungnya, game yang penuh dengan aksi eksplosif ini berhasil untuk menciptakan nuansa baru dari seri Metal Gear. Kami serius, ini adalah sebuah tipe baru dari game blade combat yang telah Anda tunggu-tunggu semenjak Grey Fox menghabisi ratusan tentara di Metal Gear Solid (MGS Fanboy will know this…)

Bahkan dengan fokus utamanya pada combat, Revengeance berhasil untuk menyajikan sebuah game action yang bermakna, dengan memberikan reward kepada para pemain yang benar-benar memainkan game ini. Dengan menyisihkan sedikit dari waktu Anda, Anda dapat memahami lebih dalam tentang sistem combat yang diterapkan oleh game ini. Timing dan alur penyerangan adalah kunci utama untuk menjadi seorang pembunuh yang efektif, yang menjadi tujuan utama Raiden dibuat. Ini adalah hal yang sangat penting, walaupun feel ketika memainkan game ini dengan mouse dan keyboard tidak sama dengan saat kami memainkan game ini menggunakan gamepad.

Memantapkan posisi Anda di medan pertempuran juga merupakan hal yang sangat penting, yang dapat menambahkan ritme ke dalam combat yang Anda temui, dan apabila Anda menghajar para musuh dengan kecepatan serta waktu yang efisien, Anda akan menambahkan fuel cell energy Anda. Resource ini akan memungkinkan Raiden untuk memasuki Blade Mode, yang mana mode ini adalah salah satu inti dari combat system yang ada di Revengeance. Dengan mengaktifkan mode ini, pemain akan diberikan kebebasan untuk melibas targetnya sendiri dengan bantuan analog stick (atau Mouse, apabila Anda menggunakan mouse dan keyboard.) Menebas badan dan kepala musuh Anda tidak akan pernah seasyik ini.

Manfaatkan peluang yang diberikan oleh Blade Mode. Hal ini sangat penting bagi Anda untuk mempelajari bagaimana cara untuk melakukan teknik Zandatsu. Teknik ini akan menampilkan sebuah area berwarna merah untuk Anda tebas, yang akan memisahkan musuh Anda dengan tulang belakang mereka yang berpendar seperti lampu neon. Dengan mengumpulkan resource ini dalam combat, Anda akan memiliki persediaan electrolytes yang akan mengisi health dan fuel cell meter Anda. Hal ini menjadikan Anda akan secara konstan menggunakan Blade Mode untuk menjaga laju tempur Anda tetap stabil dan menjaga agar diri Anda tidak terpojok tanpa adanya energi untuk melarikan diri dari kepungan musuh.
Setelah Anda berhasil mengiris-iris boss terakhir untuk rebusan Zandatsu Anda, beberapa pilihan akan tersedia untuk Anda jelajahi. Anda dapat memainkan game ini kembali dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, yang akan menghadirkan sebuah tantangan untuk Anda yang ingin menajamkan skill Anda. apabila Anda menginginkan sesuatu yang sedikit berbeda kali ini, Anda cukup beruntung, karena kali ini di versi PC-nya, game ini menghadirkan expansion pack berupa DLC yang menceritakan tentang Jetstream Sam dan Blade Wolf, yang menambahkan beberapa jam tambahan gameplay (yay!) Ya, walaupun DLC ini bukanlah sebuah campaign penuh, tetapi dengan dimungkinkannya kita memainkan karakter yang berbeda ini menjadikannya sebuah hal baru yang cukup menarik. Sebagai tambahan, lebih dari lima puluh misi VR juga disertakan yang akan menyajikan aksi instan kepada Anda untuk menguji kemampuan refleks dan skill Anda.
Menutup review kali ini, versi porting PC dari Metal Gear Rising: Revengeance ini adalah sebuah ‘paket komplit’ yang menyajikan sebuah peningkatan yang cukup menarik, baik dari sisi frame rate maupun visualnya. Walau kehadirannya terasa sedikit terlambat, game ini terasa lebih asyik dimainkan ketimbang saudara kembarnya yang hadir di konsol. DLC yang hadir dalam satu paket penjualannya menjadikan versi definisi tinggi dari Metal Gear Rising: Revengeance ini adalah game yang cukup wajib untuk Anda beli. Kecuali apabila Anda telah lebih dahulu membelinya untuk PS3/Xbox 360 Anda, karena dari segi lain tidak ada aspek yang mengalami peningkatan secara signifikan.


Master Thief

Master Thief


Hampir sepuluh tahun sejak terakhir kalinya rilis Thief: Deadly Shadows, Eidos berhasil merilis entri keempat dari franchise tersebut dengan judul Thief. Ini merupakan suatu bentuk reboot dari franchise tersebut sebagaimana Square Enix yang akhir-akhir ini memang hobi untuk membangkitkan judul-judul lama seperti Deus Ex: Human Revolution dan Tomb Raider yang terbukti sukses.
 
Reboot ini dimulai dengan Garrett, sang Master Thief, yang harus mencuri sebuah kristal bersama anak didiknya. Karena suatu insiden, proses pencurian pun gagal dan anak didiknya pun hilang. Garrett tersadar pada satu tahun kemudian ketika ia sedang dibawa menuju The City, tempat asalnya. Dari sini, Garrett harus mencari tahu apa yang terjadi pada dirinya sambil menghadapi tirani The Baron dan anak buahnya yang berkuasa di kota kelam yang dilanda wabah Gloom tersebut.

Masih seperti judul-judul sebelumnya, gameplay dalam Thief benar-benar sangat berfokus pada stealth. Melihat kesuksesan Deus Ex: Human Revolution, Eidos Montreal menawarkan tiga cara bermain yang berbeda: Ghost, Opportunities, dan Predator. Di akhir misi, gamers bisa mengetahui gaya bermainnya lebih condong ke arah mana. Gamers pun bisa mengulang misi apabila tidak puas dengan hasilnya.
 
Dalam Thief, Garrett hanya mempunyai dua macam senjata: blackjack untuk melee dan busur panah untuk jarak jauh. Gamers tidak perlu khawatir karena Garret membawa berbagai macam panah yang kegunaannya disesuaikan menurut situasinya, mulai dari panah tumpul untuk mengaktifkan switch, panah untuk membunuh, panah untuk memadamkan api, hingga panah dengan tali.
Semua keperluan Garrett, mulai dari panah, peralatan, dan lainnya, memerlukan uang untuk dapat diperoleh. Tentunya sebagai pencuri, gamers akan mengumpulkan uang dengan cara mencuri. Benda yang dicuri benar-benar banyak, mulai dari sendok dan garpu hingga perhiasan. Ada barang-barang collectible seperti perhiasan yang unik atau plat yang tersebar di kota.

Kelamnya atmosfir The City benar-benar terasa karena didukung grafik dan audio yang cukup menakjubkan. Dalam Thief ini, gamers harus benar-benar mengandalkan bayangan. Oleh karena itu, Eidos Montreal tidak main-main dalam teknologi lighting di game ini. Pencahayaan yang terlihat benar-benar detil, dan berhasil membuat suasananya kelam. Pengarahan audio pun tidak kalah. Sesekali gamers bisa mendengarkan dialog penduduk The City yang menceritakan betapa tidak nyamannya suasana kota tersebut.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, Eidos Montreal menganut sistem Deus Ex: Human Revolution dimana gamers bisa bebas memilih gaya bermain dan menawarkan beberapa rute jalan menuju tujuan. Tetapi karena Garrett adalah seorang pencuri, hal ini terkesan malah membuat gerakan Garrett lebih terbatas. Jika gamers ingin bermain dengan gaya agresif terdapat kesulitan akibat senjata yang tidak terlalu kuat dan senjata musuh yang lebih kuat. Sedangkan karena ada beberapa rute yang ditawarkan, game-nya jadi memberi kesan yang memaksa gamers untuk melalui rute-rute tersebut, tidak bisa bebas mencari jalan yang unik sendiri.
Di satu sisi, mungkin Thief ini terasa lebih terbatas jika dibandingkan dengan Dishonored, dimana game tersebut memiliki setting mirip, yaitu steampunk.  Namun, Thief cocok bagi mereka yang ingin bermain stealth sepenuhnya. Belum lagi Eidos Montreal menawarkan kustomisasi untuk tingkat kesulitan seperti akan langsung game overapabila ketahuan atau harus mengulang game dari awal apabila mati.

Final Verdict



Penggemar klasik Thief mungkin akan merasa entri terbaru Thief ini lebih terbatas jika dibandingkan dengan judul-judul sebelumnya. Tetapi sebenarnya Thief adalah judul yang benar-benar memaksa gamers untuk bermain secara stealth. Jika gamers merasa akhir-akhir ini tidak ada game stealth yang menantang, Thief bisa menjadi pilihan yang cukup baik. (RG).

Watch Dogs

Watch Dogs



Setelah mengalami penundaan perlirisan pada tahun 2013, akhirnya pada tanggal 27 Mei 2014 game dari Ubisoft Montreal, Watch Dogs telah dirilis ke seluruh dunia. Game ber-genre action adventure yang bercerita tentang seorang hacker bernama Aiden Pierce ini ber-setting pada masa depan kota Chicago dimana sistem pada kota tersebut dikendalikan oleh satu sistem super komputer yang dinamakan CtOS.
Sebelum membaca ulasan ini lebih lanjut, yuk nonton trailer-nya terlebih dahulu.
e_q-s3QdmU8
Game yang mulai dikembangkan pada tahun 2009 dan mulai diumumkan pada acara konfrensi pers E3 2012 ini dapat dimainkan pada konsol PlayStation 4, PlayStation 3, Xbox One, Xbox 360 dan PC. Rencananya Watch Dogs juga akan dirilis untuk konsol Nintendo Wii U pada kuartal keempat tahun 2014. Terdapat perbandingan grafis yang ditampilkan pada masing-masing konsol dimana pada konsol PlayStation 4 dan Xbox One, Watch Dogs sangat keren tapi pada PlayStation 3 dan Xbox 360 game ini dinilai cukup mengecewakan.
MRqcScGolQ0
Watch Dogs mengadopsi sitem open world dalam gameplay-nya dimana hal tersebut memungkinkan gamers untuk mengeksplorasi secara luas dan bebas apa yang terdapat di dalam game serta memilih misi sampingan apa yang ingin dikerjakan. Alur cerita yang ditampilkan dalam misi utama semakin menarik dengan cutscene panjang dengan adegan hancking yang sangat profesional. Selain itu, gamers juga dapat memainkan beberapa mini game yang semakin membuat konten di game ini jadi semakin kaya.

Watch Dogs seringkali dibanding-bandingkan dengan game buata Rockstar Games, Grand Theft Auto V(GTA 5), game yang juga mengadopsi sistem open world yang bercerita tentang 3 orang gangster bernama Michael De Santa, Trevor Philips dan Franklin Clinton. Hal yang sering dibandingkan antara laingameplay-nya dimana antara Watch Dogs dan GTA 5 sama-sama memungkinkan gamers untuk mengesplorasi dunia sesuai dengan keinginan baik saat sedang menjalankan misi maupun ketika seluruh misi sudah diselesaikan.

Gamers dimungkinkan untuk mencuri kendaraan seperti mobil dan motor yang sedang berlalu lalang di kota Chicago, menembak pejalan kaki yang menghalangi perjalanan, berenang dan beberapa hal lainnya. Hanya saja Watch Dogs, pada karakter Aiden, memiliki hal yang tidak ada di ketiga tokoh GTA 5 yaitu kemampuan meretas yang sangat canggih dengan menggunakan smartphone yang dilengkapi dengan banyak aplikasi antara lain Profiler dan Crime Prevention System.

Game yang diperlihatkan dalam sudut pandang orang ketiga ini menjadi semakin mengagumkan dan bisa juga dikatakan usil dengan kemampuan tokoh utama, Aiden untuk mengendalikan perangkat komputer yang ada di sekitarnya hanya dengan smartphone yang kru KotGa jelaskan sebelumnya. Salah satu aksihacking paling jahil yang ditampilkan pada game ini adalah dengan mengendalikan lampu lalu lintas sehingga menyebabkan terjadinya tabrakan beruntun di perempatan jalan.


Lingkungan di game ini berlangsung dengan sangat natural dimana setiap karakter memiliki reaksi dan sifatnya tersendiri. Ada yang pemarah, biasa saja, penakut, ada juga yang merasa terganggu apabila Aiden mendekat kepadanya dan masih banyak lagi. Selain itu, gamers juga bebas untuk menentukan skill dan kemampuan apa yang dimiliki Aiden dimana gamers dapat melakukannya dengan mendistribusikan skill point pada skill tree yang ada seperti kemampuan hacking, combat dan lain-lain.

Selain mengendalikan kota Chicago dengan kemampuan hancing, gamers juga dapat memanfaatkan lingkungan sekitar yang tidak menggunakan komputer dengan baik untuk melarikan diri dari kejaran polisi atau mengejar target seperti melompat diantara bangungan dan menaiki dinding dengan gerakan gerakan Parkour yang keren. Namun gamers juga dapat mengkombinasikan antara kemampuan bertarung, aksi kejar-kejaran dengan kemampuan hacking sehingga pengalaman dalam bermain jadi jauh lebih canggih dan seru.

Secara keseluruhan, Watch Dogs merupakan game dengan alur cerita yang sangat seru, aksi memukau serta grafis yang bisa dibilang luar biasa walaupun tergantung dari konsol yang digunakan atau spesifikasi PC yang digunakan pada PC. Namun jika dibandingkan dengan GTA 5, kru KotGa berkseimpulan bahwa Watch Dogs memiliki gaya permainan yang tidak jauh berbeda dengan game buatan Rockstar Games itu, hanya saja dengan kemampuan hack yang membuat permaian jadi lebih mudah.

Sniper Elite

Sniper Elite


Game Sniper Elite 3 yang kita jual sudah termasuk :
Extra features:
Supports Steam Big Picture Mode
Supports Stereoscopic 3D  Ultra Widescreen  Eyefinity screens

DLC's included :
Target Hitler: Hunt the Grey Wolf
Camouflage Weapons Pack
Hunter Weapons Pack
Allied Reinforcement Outfits Pack
Season Pass



Game dengan genre shooter memang menjadi salah satu yang terpopuler dari sekian banyak genre lainnya. Beragam tema sudah diangkat oleh para developer untuk memastikan game shooter miliknya punya ciri khas tersendiri.
Sebagian besar dari Anda tentunya sudah pernah mencicipi Battlefield series, Call of Duty series, Halo, atau Crysis. Dari sekian banyak judul ternama, sesungguhnya ada satu judul lagi yang juga punya gameplay menarik, yaitu Sniper Elite.
Ya, game ini memang berbeda karena memfokuskan diri pada seorang penembak jitu. Gamer pun dituntut lebih tactical, tidak sekedar maju ke garis depan lalu menghabisi musuh yang ada dengan senjata otomatis.
Kini Rebellion selaku developer telah menyiapkan karya terbarunya yang diberi judul Sniper Elite 3. Trailer anyar pun sudah bisa dinikmati. Dalam video berdurasi 1 menit 24 detik itu sang tokoh utama, Karl Fairburne, tengah terlibat konflik di kota Tobruk, Libya. Perlu diketahui bahwa Sniper Elite 3 berlokasi di Afrika Utara selama Perang Dunia ke-2.
twqsPNmz9Yk


Copyright © 2015 OnlineKasetGame All Right Reserved
Designed by Satria Rahmadi