News Game
Kami Menyiapkan yang Spesial Untuk Anda...
  • New Game
  • Recent Game
  • Review Game

Recent Game

Tampilkan postingan dengan label Action. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Action. Tampilkan semua postingan
Minggu, 30 November 2014
All Game

All Game


Silahkan Download :

http://download1173.mediafire.com/qdastfjzd4zg/xd9o9txe33s9ayo/ONLINE_KASETGAME_GAME_LIST_29-%20%20%20Nov-2014-.xls

Assassins Creed 4 : Black Flag

Assassins Creed 4 : Black Flag


Belum begitu lama Assassin's Creed III diluncurkan, para gamers sudah dikejutkan kembali dengan hadirnya sekuel terbaru dari seri Assassin's Creed, yaitu Assassin's Creed IV: Black Flag. Rumor mengenai sekuel terbaru itu, telah digembor-gemborkan sejak awal tahun tepatnya pada bulan Februari 2013, sedangkan rilisnya Assassin's Creed III dilakukan pada bulan Oktober 2013. Sehingga dapat disimpulkan, Ubisoft memang sudah mempersiapkan sekuel baru tersebut dan sudah sangat berniat untuk mengejutkan para gamers khususnya fans dari seri game Assassin's Creed.
Assassin's Creed IV: Black Flag memiliki setting waktu pada abad ke-18 dan memperkenalkan assassin baru bernama Edward Kenway, pemuda Inggris yang haus akan bahaya serta petualangan. Edward akan berpetualang sebagai prajurit Royal Navy sampai bajak laut, diantara keadaan perang kerajaan yang besar. Edward yang digambarkan sebagai bajak laut bengis dan petarung yang berpengalaman, terperangkap dalam pertempuran antara kaum assassins dan templars. Bajak laut terkenal seperti Blackbeard dan Charles Vane dapat para gamers lihat di dalam game ketika telah berpetualang ke seluruh wilayah Hindia Barat. Sehingga Assassin's Creed IV: Black Flag ini akan membawa para gamers ke dalam masa-masa kejayaan para bajak laut yang sering disebut "Golden Age of Pirates".


Assassin's Creed IV: Black Flag akan menghadirkan 50 tempat berbeda di dalam game, seperti Kuba, Bahama, Nassau dan Florida Selatan, serta sejumlah area seperti hutan, kuil reruntuhan Suku Maya dan kuburan bangkai kapal di bawah laut. Gameplay sekuel terbaru dari seri game Assassin's Creed itu tidak jauh berbeda dengan seri sebelumnya, pemain masih akan bertarung dengan memanfaatkan berbagai senjata khas assassin dan menghabisi musuh secara sembunyi-sembunyi.





Bagi gamers yang ingin bermain Assassin's Creed IV: Black Flag dengan menggunakan PC, dibawah ini adalah spesifikasi komputer yang direkomendasikan oleh Ubisoft :
Operating System Windows Vista SP 1, Windows 7 atau Windows 8 (32 dan 64 bit)
CPU Intel Core i5 2400 2.5 GHz atau AMD Phenom II X4 940 3.0 GHz atau lebih baik
Memory Minimal 2GB, Rekomendasi 4GB
Hard Drive Space 30 GB
Graphics Hardware Nvidia GeForce GTX 470 atau AMD Radeon HD 5850 (1024 MB VRAM dengan Shader Model 5.0 atau diatasnya)
Sound Hardware DirectX yang kompatibel dengan sound card terbaru
Network 256 kbps atau yang lebih cepat
Input Devices Keyboard atau joystick Xbox 360
Metal Gear Rising: Revengeance

Metal Gear Rising: Revengeance


Tidak diragukan lagi bahwa Hideo Kojima telah berani mengambil resiko ketika ia mempercayakan Platinum Games untuk membuat salah satu dari seri Metal Gear. Ketika Kojima memilih studio yang terbiasa untuk membuat sebuah game ‘full-action’, tentu para fans menjadi sangat terkejut. Tetapi tudingan tersebut dapat ditepis ketika Metal Gear Rising: Revengeance meluncur tahun lalu yang menuai banyak pujian. Sekarang, dengan versi yang telah di-update dan hadir di ‘mustard-race platform’ ini, mereka yang belum sempat merasakan game ini dapat merasakan versi definisi tinggi dari game action berbendera Metal Gear ini, walau game ini terasa hadir sedikit terlambat.

Mengambil latar tempat tepat setelah Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots berakhir, Revengeance menugaskan Raiden untuk mengamankan seorang perdana menteri di Afrika, N’Mani. Semua terjadi begitu cepat ketika barisan konvoi dari perdana menteri tersebut diserang oleh sekelompok teroris, yang menyebabkan kekacauan dimana mana. Upayanya untuk menolong N’Mani ternyata berbuah buruk. N’Mani akhirnya terbunuh dan Raiden hampir saja dihabisi oleh Jetstream Sam yang sangat kuat. Kemudian, tiga minggu setelahnya, Raiden terbangun dengan seluruh upgrade termutakhir – termasuk lengan cybernetic, menggantikan lengannya yang ditebas oleh Jetstream Sam – dengan satu tujuan di pikirannya: Balas Dendam.
Apabila Anda adalah para fanboy yang mengharapkan game ini akan setipe dengan game stealth action seperti Metal Gear Solid, Anda sebaiknya menjauhi game ini, karena Anda berada di tempat yang salah. Inti permainan dari Revengeance adalah aksi gila yang penuh dengan sabet menyabet pedang serta pertempuran epic. Untungnya, game yang penuh dengan aksi eksplosif ini berhasil untuk menciptakan nuansa baru dari seri Metal Gear. Kami serius, ini adalah sebuah tipe baru dari game blade combat yang telah Anda tunggu-tunggu semenjak Grey Fox menghabisi ratusan tentara di Metal Gear Solid (MGS Fanboy will know this…)

Bahkan dengan fokus utamanya pada combat, Revengeance berhasil untuk menyajikan sebuah game action yang bermakna, dengan memberikan reward kepada para pemain yang benar-benar memainkan game ini. Dengan menyisihkan sedikit dari waktu Anda, Anda dapat memahami lebih dalam tentang sistem combat yang diterapkan oleh game ini. Timing dan alur penyerangan adalah kunci utama untuk menjadi seorang pembunuh yang efektif, yang menjadi tujuan utama Raiden dibuat. Ini adalah hal yang sangat penting, walaupun feel ketika memainkan game ini dengan mouse dan keyboard tidak sama dengan saat kami memainkan game ini menggunakan gamepad.

Memantapkan posisi Anda di medan pertempuran juga merupakan hal yang sangat penting, yang dapat menambahkan ritme ke dalam combat yang Anda temui, dan apabila Anda menghajar para musuh dengan kecepatan serta waktu yang efisien, Anda akan menambahkan fuel cell energy Anda. Resource ini akan memungkinkan Raiden untuk memasuki Blade Mode, yang mana mode ini adalah salah satu inti dari combat system yang ada di Revengeance. Dengan mengaktifkan mode ini, pemain akan diberikan kebebasan untuk melibas targetnya sendiri dengan bantuan analog stick (atau Mouse, apabila Anda menggunakan mouse dan keyboard.) Menebas badan dan kepala musuh Anda tidak akan pernah seasyik ini.

Manfaatkan peluang yang diberikan oleh Blade Mode. Hal ini sangat penting bagi Anda untuk mempelajari bagaimana cara untuk melakukan teknik Zandatsu. Teknik ini akan menampilkan sebuah area berwarna merah untuk Anda tebas, yang akan memisahkan musuh Anda dengan tulang belakang mereka yang berpendar seperti lampu neon. Dengan mengumpulkan resource ini dalam combat, Anda akan memiliki persediaan electrolytes yang akan mengisi health dan fuel cell meter Anda. Hal ini menjadikan Anda akan secara konstan menggunakan Blade Mode untuk menjaga laju tempur Anda tetap stabil dan menjaga agar diri Anda tidak terpojok tanpa adanya energi untuk melarikan diri dari kepungan musuh.
Setelah Anda berhasil mengiris-iris boss terakhir untuk rebusan Zandatsu Anda, beberapa pilihan akan tersedia untuk Anda jelajahi. Anda dapat memainkan game ini kembali dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, yang akan menghadirkan sebuah tantangan untuk Anda yang ingin menajamkan skill Anda. apabila Anda menginginkan sesuatu yang sedikit berbeda kali ini, Anda cukup beruntung, karena kali ini di versi PC-nya, game ini menghadirkan expansion pack berupa DLC yang menceritakan tentang Jetstream Sam dan Blade Wolf, yang menambahkan beberapa jam tambahan gameplay (yay!) Ya, walaupun DLC ini bukanlah sebuah campaign penuh, tetapi dengan dimungkinkannya kita memainkan karakter yang berbeda ini menjadikannya sebuah hal baru yang cukup menarik. Sebagai tambahan, lebih dari lima puluh misi VR juga disertakan yang akan menyajikan aksi instan kepada Anda untuk menguji kemampuan refleks dan skill Anda.
Menutup review kali ini, versi porting PC dari Metal Gear Rising: Revengeance ini adalah sebuah ‘paket komplit’ yang menyajikan sebuah peningkatan yang cukup menarik, baik dari sisi frame rate maupun visualnya. Walau kehadirannya terasa sedikit terlambat, game ini terasa lebih asyik dimainkan ketimbang saudara kembarnya yang hadir di konsol. DLC yang hadir dalam satu paket penjualannya menjadikan versi definisi tinggi dari Metal Gear Rising: Revengeance ini adalah game yang cukup wajib untuk Anda beli. Kecuali apabila Anda telah lebih dahulu membelinya untuk PS3/Xbox 360 Anda, karena dari segi lain tidak ada aspek yang mengalami peningkatan secara signifikan.


Master Thief

Master Thief


Hampir sepuluh tahun sejak terakhir kalinya rilis Thief: Deadly Shadows, Eidos berhasil merilis entri keempat dari franchise tersebut dengan judul Thief. Ini merupakan suatu bentuk reboot dari franchise tersebut sebagaimana Square Enix yang akhir-akhir ini memang hobi untuk membangkitkan judul-judul lama seperti Deus Ex: Human Revolution dan Tomb Raider yang terbukti sukses.
 
Reboot ini dimulai dengan Garrett, sang Master Thief, yang harus mencuri sebuah kristal bersama anak didiknya. Karena suatu insiden, proses pencurian pun gagal dan anak didiknya pun hilang. Garrett tersadar pada satu tahun kemudian ketika ia sedang dibawa menuju The City, tempat asalnya. Dari sini, Garrett harus mencari tahu apa yang terjadi pada dirinya sambil menghadapi tirani The Baron dan anak buahnya yang berkuasa di kota kelam yang dilanda wabah Gloom tersebut.

Masih seperti judul-judul sebelumnya, gameplay dalam Thief benar-benar sangat berfokus pada stealth. Melihat kesuksesan Deus Ex: Human Revolution, Eidos Montreal menawarkan tiga cara bermain yang berbeda: Ghost, Opportunities, dan Predator. Di akhir misi, gamers bisa mengetahui gaya bermainnya lebih condong ke arah mana. Gamers pun bisa mengulang misi apabila tidak puas dengan hasilnya.
 
Dalam Thief, Garrett hanya mempunyai dua macam senjata: blackjack untuk melee dan busur panah untuk jarak jauh. Gamers tidak perlu khawatir karena Garret membawa berbagai macam panah yang kegunaannya disesuaikan menurut situasinya, mulai dari panah tumpul untuk mengaktifkan switch, panah untuk membunuh, panah untuk memadamkan api, hingga panah dengan tali.
Semua keperluan Garrett, mulai dari panah, peralatan, dan lainnya, memerlukan uang untuk dapat diperoleh. Tentunya sebagai pencuri, gamers akan mengumpulkan uang dengan cara mencuri. Benda yang dicuri benar-benar banyak, mulai dari sendok dan garpu hingga perhiasan. Ada barang-barang collectible seperti perhiasan yang unik atau plat yang tersebar di kota.

Kelamnya atmosfir The City benar-benar terasa karena didukung grafik dan audio yang cukup menakjubkan. Dalam Thief ini, gamers harus benar-benar mengandalkan bayangan. Oleh karena itu, Eidos Montreal tidak main-main dalam teknologi lighting di game ini. Pencahayaan yang terlihat benar-benar detil, dan berhasil membuat suasananya kelam. Pengarahan audio pun tidak kalah. Sesekali gamers bisa mendengarkan dialog penduduk The City yang menceritakan betapa tidak nyamannya suasana kota tersebut.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, Eidos Montreal menganut sistem Deus Ex: Human Revolution dimana gamers bisa bebas memilih gaya bermain dan menawarkan beberapa rute jalan menuju tujuan. Tetapi karena Garrett adalah seorang pencuri, hal ini terkesan malah membuat gerakan Garrett lebih terbatas. Jika gamers ingin bermain dengan gaya agresif terdapat kesulitan akibat senjata yang tidak terlalu kuat dan senjata musuh yang lebih kuat. Sedangkan karena ada beberapa rute yang ditawarkan, game-nya jadi memberi kesan yang memaksa gamers untuk melalui rute-rute tersebut, tidak bisa bebas mencari jalan yang unik sendiri.
Di satu sisi, mungkin Thief ini terasa lebih terbatas jika dibandingkan dengan Dishonored, dimana game tersebut memiliki setting mirip, yaitu steampunk.  Namun, Thief cocok bagi mereka yang ingin bermain stealth sepenuhnya. Belum lagi Eidos Montreal menawarkan kustomisasi untuk tingkat kesulitan seperti akan langsung game overapabila ketahuan atau harus mengulang game dari awal apabila mati.

Final Verdict



Penggemar klasik Thief mungkin akan merasa entri terbaru Thief ini lebih terbatas jika dibandingkan dengan judul-judul sebelumnya. Tetapi sebenarnya Thief adalah judul yang benar-benar memaksa gamers untuk bermain secara stealth. Jika gamers merasa akhir-akhir ini tidak ada game stealth yang menantang, Thief bisa menjadi pilihan yang cukup baik. (RG).

Watch Dogs

Watch Dogs



Setelah mengalami penundaan perlirisan pada tahun 2013, akhirnya pada tanggal 27 Mei 2014 game dari Ubisoft Montreal, Watch Dogs telah dirilis ke seluruh dunia. Game ber-genre action adventure yang bercerita tentang seorang hacker bernama Aiden Pierce ini ber-setting pada masa depan kota Chicago dimana sistem pada kota tersebut dikendalikan oleh satu sistem super komputer yang dinamakan CtOS.
Sebelum membaca ulasan ini lebih lanjut, yuk nonton trailer-nya terlebih dahulu.
e_q-s3QdmU8
Game yang mulai dikembangkan pada tahun 2009 dan mulai diumumkan pada acara konfrensi pers E3 2012 ini dapat dimainkan pada konsol PlayStation 4, PlayStation 3, Xbox One, Xbox 360 dan PC. Rencananya Watch Dogs juga akan dirilis untuk konsol Nintendo Wii U pada kuartal keempat tahun 2014. Terdapat perbandingan grafis yang ditampilkan pada masing-masing konsol dimana pada konsol PlayStation 4 dan Xbox One, Watch Dogs sangat keren tapi pada PlayStation 3 dan Xbox 360 game ini dinilai cukup mengecewakan.
MRqcScGolQ0
Watch Dogs mengadopsi sitem open world dalam gameplay-nya dimana hal tersebut memungkinkan gamers untuk mengeksplorasi secara luas dan bebas apa yang terdapat di dalam game serta memilih misi sampingan apa yang ingin dikerjakan. Alur cerita yang ditampilkan dalam misi utama semakin menarik dengan cutscene panjang dengan adegan hancking yang sangat profesional. Selain itu, gamers juga dapat memainkan beberapa mini game yang semakin membuat konten di game ini jadi semakin kaya.

Watch Dogs seringkali dibanding-bandingkan dengan game buata Rockstar Games, Grand Theft Auto V(GTA 5), game yang juga mengadopsi sistem open world yang bercerita tentang 3 orang gangster bernama Michael De Santa, Trevor Philips dan Franklin Clinton. Hal yang sering dibandingkan antara laingameplay-nya dimana antara Watch Dogs dan GTA 5 sama-sama memungkinkan gamers untuk mengesplorasi dunia sesuai dengan keinginan baik saat sedang menjalankan misi maupun ketika seluruh misi sudah diselesaikan.

Gamers dimungkinkan untuk mencuri kendaraan seperti mobil dan motor yang sedang berlalu lalang di kota Chicago, menembak pejalan kaki yang menghalangi perjalanan, berenang dan beberapa hal lainnya. Hanya saja Watch Dogs, pada karakter Aiden, memiliki hal yang tidak ada di ketiga tokoh GTA 5 yaitu kemampuan meretas yang sangat canggih dengan menggunakan smartphone yang dilengkapi dengan banyak aplikasi antara lain Profiler dan Crime Prevention System.

Game yang diperlihatkan dalam sudut pandang orang ketiga ini menjadi semakin mengagumkan dan bisa juga dikatakan usil dengan kemampuan tokoh utama, Aiden untuk mengendalikan perangkat komputer yang ada di sekitarnya hanya dengan smartphone yang kru KotGa jelaskan sebelumnya. Salah satu aksihacking paling jahil yang ditampilkan pada game ini adalah dengan mengendalikan lampu lalu lintas sehingga menyebabkan terjadinya tabrakan beruntun di perempatan jalan.


Lingkungan di game ini berlangsung dengan sangat natural dimana setiap karakter memiliki reaksi dan sifatnya tersendiri. Ada yang pemarah, biasa saja, penakut, ada juga yang merasa terganggu apabila Aiden mendekat kepadanya dan masih banyak lagi. Selain itu, gamers juga bebas untuk menentukan skill dan kemampuan apa yang dimiliki Aiden dimana gamers dapat melakukannya dengan mendistribusikan skill point pada skill tree yang ada seperti kemampuan hacking, combat dan lain-lain.

Selain mengendalikan kota Chicago dengan kemampuan hancing, gamers juga dapat memanfaatkan lingkungan sekitar yang tidak menggunakan komputer dengan baik untuk melarikan diri dari kejaran polisi atau mengejar target seperti melompat diantara bangungan dan menaiki dinding dengan gerakan gerakan Parkour yang keren. Namun gamers juga dapat mengkombinasikan antara kemampuan bertarung, aksi kejar-kejaran dengan kemampuan hacking sehingga pengalaman dalam bermain jadi jauh lebih canggih dan seru.

Secara keseluruhan, Watch Dogs merupakan game dengan alur cerita yang sangat seru, aksi memukau serta grafis yang bisa dibilang luar biasa walaupun tergantung dari konsol yang digunakan atau spesifikasi PC yang digunakan pada PC. Namun jika dibandingkan dengan GTA 5, kru KotGa berkseimpulan bahwa Watch Dogs memiliki gaya permainan yang tidak jauh berbeda dengan game buatan Rockstar Games itu, hanya saja dengan kemampuan hack yang membuat permaian jadi lebih mudah.

Deadrising 3

Deadrising 3


Dead Rising 3 - Include DLC Untold Stories Eps.1 - 4 (7 DVD).
Game sudah termasuk DLC Untold Stories.
Episode 1 sampai Episode 4.
Berikut Review Game nya

Untuk beberapa gamer, atau bahkan untuk kebanyakan gamer, aksi brutal sama dengan fun, apalagi jika kita tidak perlu memikirkan konsekuensi moral dan bebas membabi buta. Sepertinya hal inilah yang membuat game action yang melibatkan zombie naik daun dan digemari banyak orang. Dan salah satunya adalah Dead Rising 3 yang memeriahkan peluncuran Xbox One tahun lalu, yang tanpa berbasa-basi menyajikan gameplay action yang intens, brutal, simple, dan pastinya mengasyikkan.
Glorious Chaos is not Pretty
Hal pertama yang harus kamu ketahui, Dead Rising 3 bukan untuk gamer yang mencari-cari grafik yang mulus. Walaupun tidak jelek, tampilan game bertemakan zombie yang satu ini hanya setara resolusi 720p. Dan meski masih menampilkan efek-efek visual dan animasi tambahan sebagai pemanis, fokus game ini adalah pada gameplay. Yep, tidak ada yang lebih memuaskan dan efektif sebagai penghilang stres selain melampiaskannya pada kerumunan zombie digital, dengan begitu banyak senjata dan begitu banyak cara membunuh zombie sesukamu. Dan tenang saja, kamu tidak akan kehabisan zombie untuk dihabisi karena salah satu kelebihan yang membuat Dead Rising 3 begitu fun dan intens adalah jumlah: ratusan zombie dalam satu layar siap menjadi korbanmu!! Dan lebih hebatnya lagi, ada cukup banyak variasi tampilan zombie sehingga kamu tidak akan merasa terus-menerus melawan zombie yang sama.
Most Enjoyable War Against Zombies
Combat dalam DR3 cukup sederhana, dengan pilihan serangan Light Attack atau Heavy Attack. Tapi yang membuatnya menarik adalah animasi yang bervariasi dari setiap gerakan dalam combat, serta efek yang berbeda-beda untuk setiap senjata. Dan asal tahu saja, ada lebih dari 300 alat atau benda yang bisa dijadikan senjata di sini. 300 men!! Hajar dengan tangan kosong, tangkap satu lalu banting dengan kejam, hantam dengan palu godam, lubangi dengan senapan mesin, bakar, ledakkan, atau bahkan lempar dengan batu. Oh, dan jangan lupa, kamu juga bisa menaiki beragam jenis kendaraan. Dari mobil keluarga yang biasa kamu lihat di jalan raya sehari-hari, sampai buldoser bertaring yang dilengkapi sepasang flamethrower.


Agar pemain selalu tertantang dan tidak cepat bosan dengan senjata yang itu-itu saja, senjata memiliki batas penggunaan. Setelah beberapa kali digunakan, sebuah senjata dapat hancur atau kehabisan amunisi, sehingga kamu dipaksa untuk terus mencari senjata baru. Atau mungkin kamu bosan dengan senjata normal yang biasa-biasa saja? Carilah resep weapon crafting dan buatlah senjata sendiri!! Menariknya lagi, resep senjata ini semakin lama akan semakin konyol dan semakin menggila, sehingga nantinya kamu bisa membuat senjata laser dari sebuah microwave, boneka Teddy Bear dengan senapan mesin yang bisa menjadi turret, sehingga membuat lightsaber ala Star Wars dari sebuah senter. Fitur weapon crafting ini juga menjadi suatu kelebihan berkat rasa puas yang lebih terasa saat menemukan resep senjata dibandingkan dengan game lain, di mana umumnya collectibles tidaklah berarti dan tidak bermanfaat apa-apa selain sebagai suatu achievement.


A Stage for ComedyMeskipun berfokus pada Action, DR3 bukanlah tanpa cerita. Gamer akan memainkan karakter Nick Ramos yang tampaknya penuh dengan konflik internal di balik usahanya untuk bertahan hidup di dunia penuh zombie ini. Bagaimana tidak; di satu adegan Nick bisa bersedih dan menyesal karena terpaksa mengambil nyawa seseorang, tapi semenit setelahnya dia siap beraksi menggunakan senjata custom dari pembersih taman dan mainan, serta mengenakan topi dan kostum yang konyol. Jelas saja, Dead Rising 3 bukanlah game dengan cerita atau plot yang serius. Game yang luar biasa fun ini adalah sebuah parodi di mana tujuan utama gamer adalah bersenang-senang. Maka jangan heran jika semakin jauh ke dalam game-nya ataupun dalam mode multiplayer, kamu bisa menemukan berbagai kostum lucu dan konyol. Tapi di luar itu semua, DR ketiga ini menyajikan cerita zombie yang klise.
Kali ini gamer tidak perlu pusing soal karakter NPC yang menjadi companion-mu. Jika kamu sedang tidak ingin membasmi zombie, companion juga hanya akan mengikuti karaktermu dan tidak akan tertinggal. Jika kamu menginginkan adegan "pertempuran" yang epik, maka berikan mereka senjata paling aneh dan biarkan mereka bekerja. Untungnya, kali ini para NPC tidak akan berbalik menyerang jika gamer tidak sengaja memukul atau menembak mereka. Selain itu, karakter-karakter sampingan ini memiliki latarbelakang dan kepribadian masing-masing, sehingga ketika ditambah dengan beragam side-quest, dialog dan tingkah laku yang lucu, aksi dan petualanganmu di sepanjang cerita zombie apocalypse ini selalu terasa menarik dan bervariasi. Dan tenang saja, setiap karakter NPC di sini diperankan dengan cukup bagus dan meyakinkan. Di lain pihak, mungkin pada akhirnya kamu akan memutuskan untuk tidak membawa companion sama sekali karena sepertinya AI NPC di sini belum sempurna, di mana mereka akan sering menghalangi jalanmu, menghalangi pintu, menghalangimu mengambil item, bahkan menghalangimu dari zombie incaran.


Sebagai tambahan (yang sangat terlihat), Capcom juga berhasil menghadirkan dunia open-world yang menarik untuk dijelajahi, terdiri dari beragam lokasi yang interaktif dan ditampilkan secara detail, sehingga benar-benar terasa seperti dunia modern di tengah kekacauan.
Dead Rising 3 menyajikan dunia yang "hidup", diisi oleh cerita dan karakter yang menarik dalam nuansa yang komikal, dan tentu saja aksi yang intens dan mantap. Walaupun tidak memiliki tampilan yang "wah", namun fokusnya pada gameplay layak diacungi dua jempol dan menjadikannya game yang adiktif dan sangat fun. Penggemar action? Penggemar zombie? Dead Rising 3 wajib kamu mainkan!!
Publisher: Capcom
Developer: Capcom Game Studio Vancouver
Genre: Action
Platform: Xbox One


Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm Revolution

Naruto Shippuden: Ultimate Ninja Storm Revolution


Berita membahagikan tentu saja bagi para gamer PC yang juga kebetulan mengikuti sepak terjang Naruto, baik lewat versi manga atau anime. Setelah sempat menjadi game yang dirilis secara eksklusif untuk konsol, Bandai Namco memang mulai memperlihatkan sikap yang melunak pada PC, apalagi setelah melihat potensi penjualan yang bisa ia hasilkan. Mengikuti rilis Ultimate Ninja Storm 3 yang mendapatkan respon cukup baik, seri game Naruto terbaru – Ultimate Ninja Storm Revolution juga dipastikan akan mampir di PC beberapa waktu yang lalu. Menariknya lagi, dengan posisinya sebagai game yang dirilis di platform generasi sebelumnya, ia tidak membutuhkan spesifikasi yang terlalu berat.
Ada segudang alasan untuk menantikan seri Revolution ini, tentu saja. Tidak hanya perkembangan karakter yang kini mengikuti jalan cerita terbaru dari manga yang terus tumbuh, tetapi juga beragam konten ekstra yang disuntikkan ke dalam game ini. Dari sekedar karakter original, hingga latar belakang cerita Akatsuki yang bahkan mendapatkan porsi animasinya sendiri. Namun kekuatan utama tentu mengakar pada inovasi mekanik gameplay, termasuk kehadiran serangan terkuat berbasis tim yang tampil sangat sinematik. Tidak sabar lagi ingin mencicipinya? Pastikan terlebih dahulu rig Anda akn mampu menangani game yang satu ini:

Minimum Requirements:

OS: Windows XP or higher with latest Service Pack
Processor: 2.3 GHz Dual Core or AMD
Memory: 1 GB RAM
Graphics: 512 MB video cards Pixel Shader 4.0 (Geforce 8xxx-ATI HD2xxx)
DirectX: Version 9.0c
Hard Drive: 8 GB available space


Recommended Requirements:

OS: Windows 7 or higher with latest Service Pack
Processor: Intel i3-530, 2.93Ghz / AMD Phenom II X4 940, 3.0GHz
Memory: 4 GB RAM
Graphics: 1024 MB video card, Pixel Shader 4.0, DirectX10 GPU
DirectX: Version 9.0c
Hard Drive: 8 GB available space
Bagaimana dengan PC Anda sendiri? Siap untuk menjalani petualangan baru Naruto yang satu ini?



Copyright © 2015 OnlineKasetGame All Right Reserved
Designed by Satria Rahmadi